01 October 2020

How to Cope with 2020

Halo teman-teman,  apa kabar ? I hope you guys are doing okay physically and mentally. Memasuki bulan ke-10 di tahun ini dan kegiatan gue selama 7 bulan terakhir adalah di rumah, kerja-belajar-belanja-olahraga dari rumah.

We were forced to do everything we used to do at home. Ga pernah terbayang di pikiran gue sebelumnya bakal kerja dan belajar online but here we are, trying so hard to make it happen karena virus yang berukuran mikron ini belum ditemuin vaksinnya. 

Awalnya gue sebagai seorang introvert yang memang gasuka keramaian dan butuh quality time dengan diri sendiri buat recharge energy ngerasa stay di rumah adalah hal yang mudah, tapi at some point gue ngerasa jenuh banget dan gatau lagi harus apa. Ada satu momen di mana gue ngerasa penat dengan ketidakpastian kapan ini bakal berakhir, kapan bisa kerja ke kantor lagi, naik public transport lagi, travelling lagi, bisa dine-in di restoran tanpa perlu pake masker dan insecure dengan orang-orang yang ada di restoran itu. In the end I realize that I don't have to be happy and productive all the time, I embrace and admit that I am tired, confused, and sad and that's what makes us human.

Coping mechanism yang gue pilih ya belajar hal baru dari online course-nya coursera atau ruang guru, ikut webinar, belajar bahasa baru (oh yes I learned basic French for 2 months), decluttering baju/barang, re-organize rak buku, cari sheet music lagu-lagu yang seru, baca buku yang selama ini cuma masuk wish list gue, dan bahkan coba resep masak and the list go on..

Tapi, ga setiap hari gue akan stabil di kondisi yang on-fire buat belajar dan ngelakuin semua itu, ada kalanya gue pun cuma tiduran binge-watch series di Netflix. The thing is, you do you, coba analisa apa yang kalian rasain dan pikirin hari itu dan lakuin apa yang mau kalian lakuin. 2020 isn't about being productive, it's about staying alive

Gue sadar there will always be a silver lining behind all this, kalo bukan karena virus ini mungkin gue ga akan bisa belajar bahasa baru, gabakal tau kalo ternyata gue bisa masak fettuccine carbonara, buku-buku yang gue beli bakal tetep nganggur, main badminton bakal cuma jadi wacana belaka, dan yang terpenting adalah gue ga mungkin jd se-aware ini sama kesehatan & kebersihan.

Hanging on.., this too shall pass!


Antonietha

No comments:

Post a Comment